Siswa Hacker Asal Cirebon ditawari Kuliah Gratis

Zona Jabar

Lemahabang Cirebon – Tidak disangka anak pendiam dan polos salah satu siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 1 Lemahabang Kabupaten Cirebon, menjadi sorotan publik. Begitu kedatangan tim Cyber Crime Mabes Polri di SMP Negeri 1 Lemahabang, siswa berisial Mohammad sahrul usia 15 tahun sudah jago dalam bidang teknologi programmer software.

Siswa SMP N 1 lemah abang tersebut berusia 15 tahun, namun memiliki kemampuan dan keahlian yang tidak dimiliki oleh sesama teman sebayanya. Dan, menjadi catatan perjalanan hidupnya saat pada tanggal 3 Oktober 2018 menjadi hari yang tidak akan terlupakan dalam hidupnya setelah tim Cyber Crime Mabes Polri mendatangi SMP Negeri 1 Lemahabang.

Hal itu dikatakan Muhammad Sahrul, dirinya mengaku keahlian yang dimilikinya dalam bidang programmer software didapat secara otodidak, belajar berbagai macam program JavaScript dan lain lain dari pergaulan di media sosial baik dari Group Facebook para Hacker maupun Group WhatsApp.

“ Saya belajar dari program JavaScript dan lainnya, dengan belajar secara otodidak seperti, contohnya banyak yang di share dan dicoba misalkan kode 88888888 kali itu merupakan kode dalam meretas alat running teks yang banyak terpasang dijalan maupun perkantoran, itu kode umum yang dipakai untuk meretas sistem running teks,“ jelas sahrul.

Bahkan Sahrul mengaku setelah didatangi pihak Cyber Crime, menambah semangat dirinya ingin lebih mendalami ilmu di bidang programmer software. “Setelah lulus dari SMP dirinya ingin belajar di SMA dan kuliah di bidang programmer.” ujarnya

Lanjut Sahrul, untuk sementara ini dirinya belum pegang Laptop lagi, karena disita Cyber Crime waktu itu. Selain itu Sahrul juga ditawarin Sekolah di Jakarta oleh Mabes Polri, namun saya ga mau jauh dari orang tua, “ Ungkapnya.

Sementara itu, Imam yang selalu Waka Kesiswaan SMP Negeri 1 Lemahabang, mengaku pada awalnya kaget jika ada siswanya yang memiliki kemampuan meretas jaringan software atau website Lembaga Pengadilan Negeri di Sulawesi.

“Kami kaget juga ada siswa kami seorang Hacker, Cyber Crime melakukan BAP dan mengamankan Laptop dan Handphone, namun karena dibawah umur tidak dihukum namun harus di dampingi oleh orang tua jika di rumah, “ kata Imam, Sabtu (30/3/2019).

Sekarang ini kasusnya sudah Diversi jadi wajib lapor ke Bapas setiap bulannya, kami pihak sekolah terus mendampingi Sahrul dalam proses Diversi.

“ Dengan diversi ini, maka Sahrul wajib laporan setiap bulannya ke Bapas, kami pun dari pihak sekolah, diminta untuk tidak menghalangi kreativitas Sahrul, “ Tandas Imam. (Z-03/Yn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

//stawhoph.com/afu.php?zoneid=3191096
Open chat
1
Mohon menunggu....
Kami akan segera membalas