Istri Pangdam Jaya, Kunjungi Destinasi Wisata dan Indobatik Ciwaringin Cirebon

Ny.Atiek Eko Margiono

Zona Jabar Online, Ciwaringin – Kampung Batik Ciwaringin yang terletak di Kecamatan Ciwaringin, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat. Dikunjungi Ny. Atiek Eko Margiono selaku Pemred Majalah Kartika Kencana dan ibu Pangdam Jaya kunjungi Indobatik Ciwaringin bersama ibu ibu Persatuan Istri Tentara (Persit) dari Wilayah 3 Kodam Siliwingi dengan tujuan ke lokasi wisata dan kerajinan unggulan di wilayah Kota dan Kabupaten Cirebon.

Didampingi Ibu Dewi Fajarwati (Persit dari Danrem 063/SGJ) mengawal rombongan Majalah Kartika Kencana selama 2 hari ke lokasi wisata dan kerajinan unggulan di wilayah Kota dan Kabupaten Cirebon atau wilayah Korem 063/SGJ. Rabu, (06/03/2019).

Pada hari pertama, rombongan ibu Persit wilayah 3 Kodam Siliwingi dan Pemred Majalah Kartika Kencana mengunjungi beberapa lokasi wisata dan kerajinan unggulan diwilayah Cirebon diantaranya Makam Sunan Gunungjati, Keraton Kesepuhan, Goa Sunyaragi, Pantai Ade Irma, Batik Trusmi dan kerajinan Kerang.

Pada hari Kedua, Ny. Atiek Eko Margiono (Pemred Majalah Kartika Kencana/Ibu Pangdam Jaya) beserta rombongan ibu Persit berkunjung ke Indobatik Ciwaringin disambut oleh Ibu Ibu Persit dari Kodim 0620/Kabupaten Cirebon serta Ibu Ibu Persit dari Koramil Palimanan dan Koramil  Ciwaringin.

Pada kesempatan tersebut, Otto Ahadijat (Assistant to General Manager) menjelaskan, tentang Batik tulis Ciwaringin ke rombongan Majalah Kartika Kencama bahwa Batik Tulis Ciwaringin memiliki keistimewaan. Motif yang unik kaya akan muatan kearifan lokal serta batik ini, juga memiliki warna yang lembut berasal dari bahan pewarna alami berupa campuran berbagai macam tanaman yang didapat dari lingkungan sekitar. Jelas Otto Ahadijat. 

“Pewarnaan batik Ciwaringin ini, dihasilkan dari beragam tanaman yang didapat dari lingkungan sekitar di antaranya batang mangga, indigo, kulit rambutan, serta kulit jengkol. Lanjut Otto, dengan tanaman tersebut, dengan melalui proses pengolahan sampai dapat digunakan sebagai pewarna alami untuk batik Ciwaringin.” Tuturnya.

Otto Ahadijatpun memaparkan, Pada tahun 2011, para pembatik mendapat bantuan pemasaran dan pelatihan manajemen dari program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) PT Indocement. Bahkan kata Otto, para pengrajin ditawari pinjaman bergulir Rp 20 juta untuk tiap UKM batik beranggotakan 6-7 orang.

” Para pembatik, diikutkan dalam banyak pameran, 5-6 kali dalam setahun. Alhasil dari pameran itu, batik Ciwaringin mulai dikenal dan pesanan mulai berdatangan sampai pada pesanan batik dengan harga yang lebih tinggi. ” Ungkapnya.

Sementara itu, disampaikan Ny. Atiek Eko Margiono, bahwa batik tulis pewarna alami yang ada di Indobatik Ciwaringin sungguh luar biasa. Sebab, baru pertama saya berkunjung ke pengrajin batik secara langsung, bagaimana cara membuat batik dari bahan bahan pewarna alami. Saya melihat, dengan pewarna yang siap dituangkan ke kain batik, para pengrajin terlihat begitu telaten dan memerlukan waktu yang cukup lama dalam pembuatan satu motif saja.

“Sungguh Batik tulis ciwaringin mempunyai keunikan yang khas, perwarna alami, motif dan coraknya sudah dipatenkan seperti batik pecutan, rajeg wesi, pring sedapur, sapu jagat, tebu sekeret, ganefo dan lasem.” Tandasnya. (Emonef)

//luvaihoo.com/afu.php?zoneid=3191096
Open chat
1
Mohon menunggu....
Kami akan segera membalas