Lagi, Eti Giatkan Literasi Tanam Mangrove

Wakil Wali Kota Cirebon, Dra. Hj. Eti Herawati di sela-sela aksi penanaman mangrove bersama Organisasi Aksi Solidaritas era Kabinet Kerja (OASE KK) di Pantai Kesenden, Kota Cirebon.

Pemerintah Kota Cirebon

Pemerintah Daerah (Pemda) Kota Cirebon giatkan literasi pentingnya tanaman mangrove bersama Organisasi Aksi Solidaritas era Kabinet Kerja (OASE KK) di Pantai Kesenden, Kota Cirebon, Belum lama ini.*

ZonaJabarOnline,- Pemerintah Daerah (Pemda) Kota Cirebon giatkan literasi pentingnya tanaman mangrove bagi kehidupan. Pojok baca dengan penyediaan buku-buku mangrove akan disiapkan.

Hal tersebut disampaikan langsung, Wakil Wali Kota Cirebon, Dra. Hj. Eti Herawati di sela-sela aksi penanaman mangrove bersama Organisasi Aksi Solidaritas era Kabinet Kerja (OASE KK) di Pantai Kesenden, Kota Cirebon, Belum lama ini.

“Kita belum sampai ke kurikulum mangrove. Di Indramayu memang sudah ada,” ungkapnya

Namun mereka tidak akan tinggal diam dan tetap akan melakukan sosialisasi pentingnya mangrove untuk kehidupan.

Cara yang dilakukan, menurut Eti, dengan mendirikan pojok bacaan di setiap RW. Khusus untuk RW yang ada di daerah pesisir, disiapkan dengan sejumlah buku tentang mangrove dan pentingnya menjaga kebersihan dan kelestarian alam.

Sedikitnya ada 9 RW yang terletak di daerah pesisir Kota Cirebon.

Baca Juga :

Tanam 10.000 Pohon Mangrove, Diharapkan Jadi Pewarna Batik Alami

Ginawati Pimpin PKK dan Dekranasda Kota Cirebon 2018-2023

Azis : Pemadam kebakaran, Satpol PP dan Satlinmas Tingkatkan Profesionalitas

Dengan gerakan tersebut, diharapkan generasi muda mengerti pentingnya tanaman mangrove untuk menjaga ekosistem lingkungan.

“Sehingga mereka tergugah untuk menjaga dan memelihara mangrove yang sudah ditanam ini,”ungkap Eti.

Karena yang terpenting dari gerakan ini, menurut Eti, bukan sekedar menanam bersama-sama, namun pemeliharaannya. Karena mangrove yang ditanam saat ini justru akan berguna dan bermanfaat untuk generasi yang akan datang.

Jika mangrove sudah tumbuh subur, maka pemenuhan terhadap oksigen bisa tersedia. Selain itu ekosistem juga terjaga dan pagar hidup yang bisa meminimalkan dampak jika terjadi bencana, termasuk tsunami.

“Bahkan hutan mangrove juga bisa dijadikan sebagai obyek wisata baru di Kota Cirebon,” terangnya.

Saat ini, baru ada sekitar 9 hektar hutan mangrove yang ada di pesisir Kota Cirebon. Ditargetkan, sepanjang pesisir Kota Cirebon semua ditanami mangrove.

Sementara itu, salah satu pengurus OASE KK, Peggy Enggartiasto Lukita mengungkapkan jika kegiatan penanaman mangrove ini serentak dilakukan di 10 lokasi bersama dengan ibu negara.

“Kegiatan penanaman mangrove ini juga pemulihan dan mitigasi bencana serta perubahan iklim,” terangnya.

Dijelaskan Peggy, Indonesia memiliki ekosistem mangrove lebih dari 23 persen dari total wilayah mangrove di dunia.

Namun sayangnya, dari total luas hutan mangrove di Indonesia yang mencapai 3,4 juta hektar, yang rusak sudah mencapai 1,81 juta hektar. Kerusakan tersebut berdampak pada hilangnya kemampuan untuk menyerap 190 juta ton karbondiaoksida setiap tahun dan meningkatnya tekanan terhadap abrasi dan bencana gelombang laut atau tsunami.

“Karena itu, kami juga mengajak kepada seluruh masyarakat untuk bisa menjaga apa yang sudah kita tanam hari ini,”tandasnya.

Sekedar informasi, Pada hari ini ditanam sebanyak 5 ribu mangrove dengan melibatkan ibu-ibu yang tergabung dalam Persit Kartika Chandra Kirana dari Korem dan Kodim Cirebon, Bhayangkari Cabang Cirebon kota, Pia Ardhya Garini dari Lanud Sukani, Jalasenatri dari Lanal Cirebon, pelajar serta ormas.(Z-1/DKIS)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

//haunigre.net/afu.php?zoneid=3191096
Open chat
1
Mohon menunggu....
Kami akan segera membalas